MERAWAT INTELEKTUALITAS

Selasa, 06 September 2016

KENALI KAMI LEBIH DEKAT




Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten merupakan jawaban dari minimnya kesediaan rumah  baca yang visioner di Banten. Didirikan pada 27 Mei 2007 dengan konsep ramah anak, reaktif terhadap persoalan pendidikan masa kini, dan berpedoman pada nilai-nilai agama, moral sosial, dan kebudayaan. Dengan kata lain, rumah baca bukan sekadar menjadi tempat membaca, melainkan tempat mendidik masyarakat baik dalam pelajaran-pelajaran umum sebagaimana pelajaran-pelajaran di bangku sekolah mau pun mental dalam pengertian seluas-luasnya.
Berlokasi di bidang tanah seluas 12x10 m2, di Jalan Kasultanan Banten Lama, Kampung Cibelut, Desa Pegadingan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, kami memiliki rak-rak buku yang dapat dijadikan referensi pembelajaran.  Selain itu, ruangan seluas 9x6 m2 dijadikan tempat pendidikan, bedah buku, diskusi, rapat-rapat pergerakan, dan kegiatan-kegiatan harian lainnya. Tentu saja dilengkapi dengan papan tulis sebagai sarana pembelajaran. Kami memiliki dua pintu kamar mandi, 12 keran air wudhu, dan alat-alat kebersihan. Hanya saja untuk saat ini, karena penggunaannya sudah berjalan 9 tahun, kamar mandi mengalami kerusakan yang cukup serius.
Meski terletak di perkampungan, akses  jalannya mudah dijangkau oleh berbagai jenis kendaran. Tempat kami sudah dikunjungi oleh sebagian besar seniman, pendidik, mahasiswa, dan para pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Bahkan beberapa kawan dari Australia, Singapura, Hongkong, dan Thaiwan pernah singgah di tempat kami. Maksud kami menyampaikan ini, untuk menyatakan bahwa pergerakan yang kami usung terbuka bagi siapa saja yang hendak bersama-sama belajar. Rumah baca ini adalah rumah baca bagi siapa saja.
Sebagai rumah baca yang independen (tidak berafiliasi dengan instansi pemerintah atau perusahan-perusahaan suasta), kami selalu berusaha menghadirkan yang tidak dihadirkan sebelumnya. Kami berusaha melengkapi, bukan mengikuti yang sudah ada sebagiamana menjadi lazim dilakukan oleh organisasi-organisasi masa kini. Ini sesuai dengan visi kami untuk memelihara kesadaran akan pentingnya azas kebermanfaatan, kebebasan berekspresi yang dapat dipertanggungjawabkan, dan mengembangkan khazanah intelektual yang berbasis keagamaan serta kebudayaan. Dalam kaitannya, kami benar-benar menjaga agar rumah bersama ini tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan politik praktis.
Dalam segi pendanaan, kami tidak pernah mengajukan proposal bantuan dana kepada pihak manapun. Pendanaan mulanya ditangani sendiri oleh pengurus. Kemudian dengan berjalannya waktu, ada beberapa orang secara personal memberikan sumbangan dana. Meski sumbangan-sumbangan personal itu tidak dalam jumlah besar, kami tetap mensyukurinya. Pada suatu ketika memang ada saja pengajuan program yang harus ditangguhkan atau tidak diloloskan dikarenakan dana yang kami miliki sangat terbatas. Tetapi sekali lagi mesti kami tekankan, kami tetap yakin setiap niat baik selalu menemukan jalan terbaik. Bukankah jagat alam ini milik Allah dan Allah selalu berada di sisi hamba-hambaNya yang berniat baik?
Ihwal pemrograman, sebagian besar diarahkan dalam bentuk pendidikan dan selebihnya adalah pengembangan dari pendidikan tersebut. Pendidikan, sebagaimana telah kami paparkan, merupakan faktor utama untuk membangun intelektualitas dan mental manusia. Pendidikan yang kami maksud bukanlah pendidikan di kelas sekolah formal, melainkan kami suguhkan dengan cara yang lebih menyenangkan tanpa mengurangi esensi dari proses pendidikan itu sendiri. Kami juga menghitung betul kelompok usia yang menjadi sasaran dari program-program kami. Ini penting, karena penanganan usia anak Sekolah Dasar berbeda dengan mahasiswa atau masyarakat umum yang majemuk dan kompleks. Oleh karena itu, kami selalu memperkokoh atau, jika dianggap perlu, memperbarui program secara berkala dengan catatan harus melalui proses kajian dan musyawarah pengurus.

Program Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten

Program Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten pada umumnya memiliki 4 (empat)  jenis program. Pertama program mingguan, yakni program yang dilakukan selama satu minggu dan dilakukan terus menerus tanpa penentuan batas akhir. Perubahan program mingguan ini dimungkinkan jika ada permintaan dari pengurus atau anggota mengenai pengkajian ulang efektivitas program. Yang tergolong dalam program mingguan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan selama 3 kali dalam seminggu. Di antaranya, Kembali ke Huruf Pegon, Ngaji Sabtu Kaum Muda, dan Seni Bicara. Kedua program bulanan, yakni program yang dibuat dalam jangka waktu satu bulan. Prorgam yang tergolong bulanan adalah Anak Mendongeng Ayah dan Ibu Mendengarkan, Lomba Menggambar, dan Cerdas Cermat. Ketiga Program Tahunan, yakni program yang kami laksanakan dalam jangka waktu satu tahun. Di antaranya Malam Pentas Anak dan Sastra Kampung. Keempat Program Kondisional, yakni program yang dibuat berdasarkan kebutuhan di saat-saat tertentu, misalkan bedah buku, bedah film, dan lain sebagainya.  

Dalam rapat-rapat pengajuan dan penyusunan program, kami berusaha lebih menekankan kualitas ketimbang kuantitas. Karena yang terpenting bukan seberapa banyak program yang dibuat, melainkan seberapa luas manfaat yang dapat diberikan dari program tersebut.  Selain itu, kami juga harus memastikan bahwa program-program yang disetujui tidak semata-mata terlaksana ala kadarnya. Harus didasari oleh kesiapan dan persiapan yang matang. Untuk gambaran yang lebih terperinci, berikut kami paparkan program-program yang kami miliki.

Anak Mendongeng Ayah dan Ibu Mendengarkan

Membaca dan menyampaikan apa yang dibaca bukan persoalan mudah. Terlebih jika dua hal itu harus dilakukan oleh anak-anak usia Sekolah Dasar. Tetapi bagaimana pun mengajarkan cara membaca yang baik serta menyampaikan hasil bacaan harus dilakukan sedini mungkin. Atas dasar pemikira itu, setiap 2 minggu sekali anak-anak diminta untuk mendongeng di gedung Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas (RBBAI) Banten dihadiri oleh kedua orangtuanya. cara ini terbukti efektif menjadikan anak-anak lebih giat membaca. Lebih jauh, anak-anak terbiasa berbicara di depan umum. Para orangtua pun akhirnya memberikan apresiasi positif karena melihat anak-anaknya tumbuh cerdas, ceria, dan tidak kehilangan waktu bermainnya. 


Imam, anak RBBAI, sedang mendongeng

Teknis pelaksanaan program ini yakni dengan menitipkan 5 buku dongeng kepada 5 anak perdua minggu. Lima anak ini ditugaskan membaca hingga selesai. Kemudian pada waktunya anak-anak diminta untuk mendongengkan kembali buku yang ia baca. Agar tampilan anak-anak tidak membosankan, sebelumnya pengurus melatih anak-anak agar cakap mendongeng. Meski anak-anak mendongeng di ruangan yang terbatas (di gedung RBBAI), kami tetap mengatur setting ruang dan kostum anak-anak. Kami ingin mengajarkan anak-anak agar selalu mengedepankan totalitas dalam setiap penampilan.

Kembali ke Huruf Pegon

Program ini merupakan program yang berjalan paling lama dibandingkan program-program lainnya, dimulai semenjak 2007. Memperkenalkan huruf pegon, sebagian orang menyebut huruf Arab Jawi, kepada anak-anak, remaja, dan masyarakat luas bagi kami sangat penting. Karena ini merupakan warisan khazanah intelektual yang harus dijaga. Selain itu, huruf pegon merupakan budaya yang tidak boleh ditinggalkan. Mengingat pentingnya huruf pegon, sedangkan saat ini masyarakat perlahan menganggap huruf pegon telah usang, kami menjadikan program ini sebagai program unggulan yang dilaksanakan 2 kali dalam seminggu, hari Kamis dan Senin. Mengenali, mempelajari, dan menulis huruf pegon mungkin saja terkesan mudah, tapi sesungguhnya ini perlu ketekunan. 

Anak-anak sedang belajar menulis huruf pegon

Sastra Kampung

Kesan sastra yang berat dan cenderung teruntuk kaum menengah ke atas menjadikan sastra kurag diminati oleh masyarakat luas. Kami menilai ini dikarenakan banyak sastrawan yang enggan tampil di kampung. Sebagian besar pembuat event pun cenderung memusatkan kegiatan-kegiatan sastra di kota. Keadaan ini perlu diimbangi. Perlu ditangani dengan serius. Oleh karena itu, program Sastra Kampung ini perlu dilaksanakan.  Apa saja yang dikerjakan dalam program ini? Ada dua hal yang dilakukan.

Persiapan Pentas Sastra Kampung
Pertama, menulis karya sastra yang berlatarkan kampung atau dengan mengusung pemikiran-pemikiran lugu ala masyarakat kampung. Maksud kami agar masyarakat kembali memahami bahwa keluguan bukan hal yang memalukan. Keluguan—atau sebut saja kesederhanaan—adalah barang mewah yang tidak semua orang dapat memilikinya. Program menulis ini baru berjalan sejak 2 November 2015. Belum ada karya yang dapat dibukukan. Karena proses berkarya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang cukup panjang. 

Pawai sebelum malam pentas
Kedua menampilkan pentas-pentas sastra di kampung. Program ini sudah dilakukan semenjak tahun 2010. Tanggapan masyarakat sangat antusias. Bahkan tidak disangka-sangka, tidak sedikit yang histeris menyaksikan pembacaan puisi, teater, dan monolog yang dihadirkan oleh kami. Ini menjawab kesangsian para “tukang teori” yang kerap menyatakan bahwa ketertarikan masyarakat di kampung-kampung terhadp karya sastra sangat minim. Tentu untuk dapat meyakini pernyataan kami ini, Anda mesti turun langsung. Menagamati dan memeriksa keadaan dengan mata dan kepala sendiri. Ada pun pelaksanaannya, dalam satu tahun dilakukan 1 kali. Meski begitu, bisa saja dalam 1 tahun dilakukan 2 hingga 3 kali, jika ada organisasi atau kelompok tertentu yang meminta tampil di tengah masyarakat.

Malam Pentas Anak

Program ini merupakan program tahunan yang telah kami laksanakan semenjak RBBAI Banten didirikan. Inilah malam puncak di mana kami menampilkan minat dan bakat anak-anak selama satu tahun. Boleh dikatakan inil sebagai malam pembuktian anak-anak kepada khalayak umum. bentuk tampilan pada Malam Pentas Anak terus berkembang dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan bahwa kami dan anak-anak terus berusaha dan belajar menemukan sesuatu yang baru dan baru. Waktu pelaksanaannya antara bulan November-Desember, tergantung kesediaan dana yang kami miliki. Karena sekali lagi, kami tidak memiliki sumber dana dari pemerintah. 

Malam Pentas Anak RBBAI


Ngaji Sabtu Kaum Muda

Ngaji sabtu adalah program diskusi antarpemuda dengan menghadirkan narasumber yang dipercaya dapat menambah pengetahuan kaum muda. Diskusi yang dilaksanakan setiap Sabtu malam ini mengetengahkan dinamika pemikiran dan pergaulan anak muda terkini. Dengan adanya program ini diharapkan para pemuda memiliki bekal untuk menghadapi gelombang pergaulan yang makin hari makin tampak tidak terkendali.

Marawis

Marawis adalah program yang dibuat berdasarkan minat yang dominan di tengah anak-anak RBBAI. Demi mewadahi minat serta bakat anak-anak, pengurus RBBAI urunan untuk membeli alat marawis. Kini RBBAI sudah memiliki alat marawis dan anak-anak dapat berlatih dengan gembira. Waktu latihan anak-anak mawaris pada hari Selasa. Meski demikian, anak-anak kadang berlatih seminggu tiga kali, jika mereka sedang semangat-semangatnya.

Anak-anak RBBAI sedang latihan marawis

Tim Marawis RBBAI

Seni Berbicara

Maksud dari seni berbicara adalah kemampuan untuk tampil di depan publik. Program ini terdiri dari seni pidato, seni ceramah, dan seni protokoler. Pada anak usia SD, pengurus menyiapkan teksnya. Tetapi untuk para pemuda pengurus meminta mereka membuat teksnya sendiri.

Selain program-program yang kami paparkan, ada beberapa program yang dilaksanakan kondisional. Misalkan bedah buku dan bedah film. 



0 komentar:

Posting Komentar